Sunday, May 4, 2014

My Fourth Born

Terakhir neehh terakhirrrr...
Terakhir beneran kali ini soalnya pas SC dokternya bilang kulit perut n rahim udah tipis bener sampe mbayang air ketuban padahal baru belek satu lapis -_-. SC telat seminggu bisa kluar sendiri bayinya alias rupture rahim huaa... Alhamdulillah dari awal emang udah rencana sekalian tubektomi kali ini :).

Here you go mommies - a different kind of survey for a change - it's all about your third born!Just copy and paste it in a new note for yourself! Let's see how much you remember! 

1. WAS YOUR FOURTH CHILD'S PREGNANCY PLANNED? 
Iyes. Skalian tutup pabrik. Walo agak lama juga melesetnya ya, kira2 selang 6bln sejak stop KB (walo KBnya juga yg manual2 ajah :D).

2. WERE YOU MARRIED AT THE TIME? 
Yaelah, udin anak keempat, nikah mah kapan tauk... (copas edit ke3 aja dah)

3. WHAT WERE YOUR REACTIONS? 
Alhamdulillahh, abis ini pangsiun dah =))

4. WAS ABORTION AN OPTION FOR YOU? 
Never ever walo bapaknya a bit pissed waktu itu karena sikon keluarga sedang ga stabil. Dih kaga sekarang kapan kelarnya gue enak aja lu -_-. 

5. HOW OLD WERE YOU? 
33 th 9bln...persis! Iyak percis 3th dari D3.

6. HOW DID YOU FIND OUT YOU WERE PREGNANT? 
Flu berat (juga)... Tepar 3-4 bulan pertama dan ngap2an the whole pregnancy. Faktor Uuuuuu...

7. WHO DID YOU TELL FIRST? 
Yang menghamili =)) *teuteuuuppp* Lah piye, yg kudu tanggung jawab pan itu2 jugaa (copas juga dah)

8. DID YOU WANT TO FIND OUT THE SEX?
Iyes karena arep2 kayak D2 kan ya biar imbang getoh. Tapi berhubung salah posisi waktu bikin kadung kebiasaan SOPnya jadi cetakannya sama hauahahaha. Yang penting sehat walafiat jasmani rohani yaa ibu2 bapak2!

9. DUE DATE? 
7 April 2009, tapi lahirnya 21 Maret 2009... Maju 2.5 minggu alias 17 hari (kurang lebih idem juga dah, secara HPHTnya persis D3).

10. DID YOU HAVE MORNING SICKNESS? 
THE WHOLE PREGNANCY I SAID!  

11. WHAT DID YOU CRAVE? 
Mentos masi mempan sih...makanan keknya yah seadanya lah yg cocok ke lidah *udah pasrah*.  

12. WHO/WHAT IRRITATED YOU THE MOST? 
EVERYTHING

13. WHAT WAS YOUR THIRD CHILD'S SEX? 
Cowok 

14. DID YOU WISH YOU HAD THE OPPOSITE SEX OF WHAT YOU WERE GETTING? 
Ho o siiyy *liat poin 8 noh

15. HOW MANY POUNDS DID YOU GAIN THROUGHOUT THE PREGNANCY? 
lupa dah startnya brapa, kayaknya sih 54an sampe 61an kayaknya....*amnesia.
*edit: abis baca notes fluktuasi BB ternyata start di 51-52kg

16. DID YOU HAVE A BABY SHOWER? 
Boro2. Rempong nek baru pindahan dr Semarang ke Jakarta. 

17. WAS IT A SURPRISE OR DID YOU KNOW? 
ih, dibilangin lagi rempong jugaaa... 

18. DID YOU HAVE ANY COMPLICATIONS DURING YOUR PREGNANCY?
Selama hamil sih lancar2 aja. Mendekati SC date ketauan Hb rendah, 8.4 klo ga salah. Udah disuruh boost sampe diatas 10 ternyata mentok 8.9. Jadilah selama SC dan setelah pake transfusi biar gak makin drop. Alhamdulillah sehat slamet semuanya. 

19. WHERE DID YOU GIVE BIRTH? 
RS Omni (OMC) Pulomas Jakarta.  

20. HOW MANY HOURS WERE YOU IN LABOR? 
standar sesar, paling sejam-an di ruang ops... tapi plus proses tubektomi. 

21. WHO DROVE YOU TO THE HOSPITAL? 
Bapake nakkanak.

22. WHO WATCHED YOU GIVE BIRTH? 
Tadinya pengen Dj bisa ikutan masuk. Tapi D3 terpaksa dibawa karena belum ada yg jagain. Yasudlah sendiri lagi sama nakes.  

23. WAS IT NATURAL OR C-SECTION? 
Sesar... noh diatas asal usulnya... 

24. DID YOU TAKE MEDICINE TO EASE THE PAIN? 
Ya iyalaaahhh namanya sesar...tapi kali ini bujuuugg untolerable gak kayak D3. Sampe 3mg masi nyut2an parah nyaris ga bisa bangun. Kenapa ya?

27. HOW MUCH DID YOUR CHILD WEIGH? 
3470gr, paling kecil diantara yang lain. Udah koret2 kalik bahannya :D  

28. WHEN WAS YOUR CHILD ACTUALLY BORN ? 
21 03 2012,16:37 sore  

30. WHAT DID YOU NAME HIM/HER? 
Muhammad Dhirendra Altamish Abidin 

31. HOW OLD IS YOUR FOURTH BORN TODAY?
2th 1bln *iyeee telat bingits ngenotenyaa

*poto ada di album ye...ntar dah klo inget tempel dimari :D

Monday, June 17, 2013

Frugal For The Environment

Baca soal Frugal Mommy dan Frugal Living, gue jadi inget kebiasaan di rumah waktu kecil. Belajar hemat dari Ibu, gue lihat Ibu biasa beli kebutuhan rutin rumah tangga dalam jumlah yang cukup untuk sebulan, atau malah beberapa bulan bila produk tersebut nggak rawan rusak sebelum habis. 

Gue nggak pernah lihat Ibu beli, misalnya, sabun cuci piring, cuci baju, sampo, pewangi pakaian, dan produk-produk kayak gini dalam sachet kecil yang buat satu atau beberapa kali pakai saja. Kata Ibu, beli kemasan satu botol, satu liter atau satu kilogram harganya lebih murah ketimbang kemasan kecil. Kebiasaan ini kebawa pas gue berumah tangga sendiri.

Yang gue lakukan sekarang:
1.   Beli literan atau kiloan. Bahkan untuk sabun cuci piring dan obat pel yang gue nggak berganti-ganti aroma dan merek, gue beli dalam kemasan jerigen. Gue itung-itung bisa irit hampir seribu rupiah per liternya pake cara ini dan belinya cuma 1-2 kali setahun. Ngurangin sampah kemasan juga, kan?
2.   Beli lebih banyak pas harganya didiskon cukup gede. Terutama buat diaper, susu UHT, sama jus kemasan yang harganya lumayan juga, ya, sekarang ini *lap keringet*. Untuk jus dan susu, jangan lupa perhatikan kemampuan konsumsi vs tanggal kadaluarsa. Diaper juga nggak bisa disimpen kelamaan kalau lingkungan rumah agak lembap. Warnanya bisa berubah kekuningan dan timbul bercak-bercak. Tapi kayaknya nggak memengaruhi kualitas, dan gue perhatiin juga bukan jamur, kok.
Diaper kadang diskonnya naik turun dan jumlahnya per pak berbeda-beda tiap ukuran. Jadi akhirnya gue patok harga per lembar pas diskon, buka kalkulator dulu tiap mau beli harga promo. Kalau harganya kisaran 1500-1600 rupiah per piece gue beli banyakan buat stok, tapi kalau diatas 2000 rupiah gue akan tunda beli kecuali betul-betul keabisan.
3.   Memilih barang-barang yang masa pakainya lebih lama meski harganya agak lebih mahal. Lampu LED Panasonic terbaru mengklaim masa hidupnya sampe 25.000 jam. Wah, anggeplah nyala semaleman selama 12 jam, berarti umurnya bisa nyampe 6 tahun, dong. Lumayan juga, ya, beli lampu seenggaknya cukup 5-6 tahun sekali. Apalagi lampu ini didesain tahan terhadap tegangan yang nggak stabil dengan range 60-330V. Kalau lampu lain meredup kala tegangan turun, Panasonic LED tetap terang berkat adanya Protection Circuit-nya . Meredup itu sinyal lampu sedang overheat, lho. Kalau sering gini bikin lampu lebih cepat rusak/mati.


4.   Pake promo kartu kredit dan kupon (voucher) untuk jajan di mal. Tanpa disadari ternyata ngemil cantik kayak beli bubble tea, kopi, takoyaki, donat, pancake, dan crepes itu kalau di-cut ternyata bisa menghemat banyak, lho.

5.   Khusus untuk barang elektronik, sedapat mungkin pilih produk yang eco-friendly atau lebih kecil dayanya. Inilah yang jadi alasan sebaiknya untuk barang-barang tertentu kayak AC, setrika, dan kulkas mendingan beli barang baru ketimbang bekas. Karena biasanya walau masih berfungsi dengan baik, barang lama dayanya jauh lebih tinggi. Demikian juga untuk lampu. Lampu hemat energi bisa menghemat daya sampai 1/6, bahkan bisa sampai 1/8 dari lampu pijar. Apalagi sekarang ada yang berwarna kekuningan juga, jadi nggak silau untuk kamar tidur.


Terakhir, sedapat mungkin memilih barang-barang dari pabrik atau produsen yang menerapkan eco-friendly manufacture. Misalnya seperti pabrik lampu LED Panasonic di Pasuruan, Jawa Timur yang telah menyuplai lampu LED untuk pasar Jepang sejak tahun 2010, kemudian pasar Eropa dan Amerika Serikat. Baru tahun ini justru dipasarkan di Indonesia sendiri.

Pabriknya dari tahun ke tahun memantau dan meningkatkan level zero emission-nya, termasuk dari pengurangan konsumsi listrik, pemrosesan limbah, dan penggunaan material yang bisa didaur ulang. Dari produknya pun sampai saat ini sudah 95% hanya eco-friendly product. Hanya tersisa 5% produksi lampu TL (neon) yang masih belum eco. Hebat, ya, sudah dikelola oleh orang Indonesia sendiri, berstandar tinggi pula! Baru pabrik ini saja yang berani mengklaim being eco factory di Indonesia.

Gue pikir meskipun belum bisa berbuat banyak untuk melestarikan lingkungan, moga-moga dengan mendukung produsen yang eco-friendly seenggaknya gue bisa sedikiiitt aja punya andil :). Being frugal juga bisa mengenai lingkungan, kan? Dengan peduli lingkungan dari sekarang, kita bisa menghemat sumber daya untuk anak cucu kita.

*edited version published at http://mommiesdaily.com/2015/04/01/takut-pelecehan-atau-bullying-terjadi-pada-anak-anda-ini-caranya-bertanya/ 

Wednesday, February 22, 2012

My Third Born

(pindahan jg dari facebook )


by Kirana Djainul on Tuesday, June 30, 2009 at 1:52pm

Terakhir neehh terakhirrrr...*sementara ini...wakakakak*



Here you go mommies - a different kind of survey for a change - it's all about your third born!Just copy and paste it in a new note for yourself!
Let's see how much you remember!

1. WAS YOUR THIRD CHILD'S PREGNANCY PLANNED?
Ngga sih...
Kan soalnya abis sesar, jadi pengennya rada jeda biar bisa normal getoh...
Tapi emang jatuhnya jedanya cukup sih...buuuuttt *lanjut kebawah yeh :P*

2. WERE YOU MARRIED AT THE TIME?
Yaelah, udin anak ketiga, nikah mah kapan tauk...

3. WHAT WERE YOUR REACTIONS?
Kaget...
Bujug isi lagi daaahh...


4. WAS ABORTION AN OPTION FOR YOU?
Kaga sekali kalinye kepikiran!!


5. HOW OLD WERE YOU?
30 th 9bln...persis!


6. HOW DID YOU FIND OUT YOU WERE PREGNANT?
Flu berat...
Kirain kecapean abis seminggu nungguin Darris pertama kali sekolah...


7. WHO DID YOU TELL FIRST?
Yang menghamili =)) *teuteuuuppp*
Lah piye, yg kudu tanggung jawab pan itu2 jugaa


8. DID YOU WANT TO FIND OUT THE SEX?
Pengen, tapi gak ketau2an molo...hobinya ngumpetin si Devan neehh

9. DUE DATE?
7 April 2009, tapi lahirnya 21 Maret 2009...
Maju 2.5 minggu alias 17 hari


10. DID YOU HAVE MORNING SICKNESS?
Masih sih...tapi jauuuhhh lebih baekan timbang yg dua...


11. WHAT DID YOU CRAVE?
Segala rupa!
Dari mentos ampe baskin robbins :))...


12. WHO/WHAT IRRITATED YOU THE MOST?
2D...

13. WHAT WAS YOUR THIRD CHILD'S SEX?
Cowok


14. DID YOU WISH YOU HAD THE OPPOSITE SEX OF WHAT YOU WERE GETTING?
Nope, kinda 'set up' from the very first time...tauk gimana bisa begituh...


15. HOW MANY POUNDS DID YOU GAIN THROUGHOUT THE PREGNANCY?
12 kilo...


16. DID YOU HAVE A BABY SHOWER?
Kaga...basi daaahh...kekekeke


17. WAS IT A SURPRISE OR DID YOU KNOW?
ih, dibilangin kaga ada apa2 masi nanya lagi...


18. DID YOU HAVE ANY COMPLICATIONS DURING YOUR PREGNANCY?
minggu 1-35 normal2 ajah...pertambahan BB bayi stabil, terakhir 2.4-2.5kg.
minggu 36 balik ke Surabaya, ade gw merit tgl 7 maret. tgl 11 maret gw baru bisa kontrol di minggu ke 36...aaaannnddd BB bayi tau2 3.2 ajah! set dahh...
seken opinion, tgl 13 maret, hasilnya BB bayi 3.7-3.8kg/diameter kepala 9.76-9.77 *gelenggeleng*
mundur teratur deh mo vbac...selain dokternya setengah ati, gw juga jadi seprapat ati dah klo segede gitu. lah full term 40mg bisa 4.6kg dong?

19. WHERE DID YOU GIVE BIRTH?
RS Darmo Surabaya
gak jadi langganan di RSI 2 Sby soalnya paramedisnya against VBAC.
di Darmo ini juga ngikut dokter yg terakhir gw datengin second opinion itu.


20. HOW MANY HOURS WERE YOU IN LABOR?
standar sesar, paling sejam-an di ruang ops...
tapi kali ini ada proses yg bujug ngeri sekale buat gue secara pas Dellynn kaga pake gitu2an.
pake ada momen gencet ulu hati segala bikin gw gak bisa napas plus segala yg dimonitor drop semua, dari heart rate ampe tensi.
kirain mo mati dah gue...*lebay*


21. WHO DROVE YOU TO THE HOSPITAL?
Bapakku juga...tapi didrop, bareng ama DJ

22. WHO WATCHED YOU GIVE BIRTH?
DSOG, 1 dr anestesi (baek deh, komunukatif banget orangnya jd gw gak boring, trus dia juga yg kasi Devan gw cium), perawat buanyak *lebay, tapi emang lebih dari 2 deh*


23. WAS IT NATURAL OR C-SECTION?
Sesar...
noh diatas asal usulnya...


24. DID YOU TAKE MEDICINE TO EASE THE PAIN?
Ya iyalaaahhh namanya sesar...dapet morfin jugah...ajeb2 daahh


27. HOW MUCH DID YOUR CHILD WEIGH?
4 kilo sajah di usia 37.5mg

28. WHEN WAS YOUR CHILD ACTUALLY BORN ?
21 03 2009, 07:52 pagi

30. WHAT DID YOU NAME HIM/HER?
Muhammad Devante Rahmandinara Abidin

31. HOW OLD IS YOUR FIRST BORN TODAY?
3 bln 9 hari



Devan, 3 bulan.. 8kg/65cm

Monday, November 22, 2010

Growth Spurt (terutama) Pada Bayi

Growth spurt sebenarnya bagian penting dari perkembangan normal bayi. Semua bayi, baik bayi ASI maupun yang minum susu formula pasti mengalami growth spurt. Tapi memang paling keliatan pada bayi ASI karena si ibu jadi merasa keteteran karena jadwal minum bayi yang jadi lebih sering sementara jadwal tidurnya berkurang. Pada bayi yang minum susu formula, setidaknya susu formula lebih susah dicerna jadi bayi merasa kenyang lebih lama. Karena itu perubahan jadwalnya tidak sedrastis bayi ASI.


gambar dari sini

Thursday, January 21, 2010

Wasit & Super Spies

Anak saya tiga. Laki-laki, 5 tahun; perempuan 3 tahun 3 bulan; dan laki lagi 9 bulan. Entah kenapa, saya lebih sering mendapatkan ekspresi bengong dan takjub saat cerita tentang jumlah dan selisih umur anak. Apa iya segitu langkanya sekarang punya anak banyak plus selisih dua tahunan? Eh, tiga kan belum banyak ya? *defensif*.

Saya masih pengen punya satu lagi sih :D. Tapi nantilah kalo sudah ada rumah permanen. Males juga kalau masih kudu pindah-pindah kontrakan sambil bawa-bawa bayi.

Pertanyaan lain yang juga sering muncul itu: nggak repot?

Yaaaa..gak mungkin nggak repot laaahh :D, tapi masi ke-handle kok. Jangan bayangin kalo ngurus tiga anak = satu anak x 3. The math doesn't work like that. Yes for some points, but not for most points. Misal, ngurus satu anak kita mesti melototin mulu. Nah sekarang, D1 dan D2 bantuin saya melototin D3 ;).

The most common thing I have to do is, jadi hakim garis. Ato wasit. Ya, ya, saya tau dua pekerjaan itu jobdesc-nya beda, but they still reflect what I do :D

Berhubung bocah cuman selisih 1 tahun 9 bulan, yang ada kata emak saya kayak anak kembar. Satu pegang apa, yang satunya mau yang sama. Lha barangnya cuma satu. Solusinya? Rebutan. Jadilah emak turun gunung bawa sempritan.

Biasanya saya suruh gantian dalam rentang waktu yang sama (per 15 menit misalnya, pake alarm hp atau timer dapur :D). Atau menawarkan aktifitas lain yang mungkin akan lebih menarik. Biasanya sih berhasil, walau kadang-kadang enggak :D. Kalo segala sudah ditawarin dan nggak sukses, ya sudah diserahin balik aja. Selesaikan sendiri masalah kalian. Biasanya nggak lama malah dan begajulan bareng lagi, lupa kalo abis perang.

Banyak anak = banyak mata-mata *ternyata*. Cuman memang kudu disaring lagi sih. Karena kadang berupa delik aduan subyektif seperti ini:
D2: maaa, mainannya diambil kakaaakkk (padahal dari pagi sudah dikekep si D2 nggak mau gantian)
D1: huuaaaa, dipukul adeekk (padahal abis ngerebut mainan si adek).
Walau ada juga aduan yang perlu segera ditindak lanjutin kayak:
D1: maaa, tehnya Dellynn tumpaahh (kudu buru-buru diberesin sebelum semut dateng).
D2: maaa, Devan mainan sandaaalll (sendal kudu cepet diselametin sebelum mampir mulutnya).
Selain aduan yang sering bikin gatel telinga soalnya suka bales-balesan, banyak juga laporan yang membangun dan berupa notifikasi. Misalnya:
D2: maa, lampunya nasi matiiii (rice cooker saya rada rusak tombolnya. Jadi di tengah proses masak bisa tau-tau off padahal belum mateng).
D1: ma, ada yang basah-basah (taunya rumah bocorrr! Untung cepet ketauan D1!. Langsung deh gerak cepat gelar-gelar keset sama ember...*phiuuhh*)
Dan sekarang saya pun jadi berpikir, gimana nanti kalo D3 udah bisa laporan juga? *garuk garuk*.